renungkanlah

Setiap orang di dunia ini, hampir tidak mengetahui asal mulanya, darimana dan kemana. Yang tahu kalau mati hanya kembali menjadiTanah.

Begitu juga orang islam pada umumnya, Mereka tahu didalam diri ada Roh & Nyawa, Tapi kalausudah cerita tentang Roh & Nyawa dialihkan dengan berkata “Itu kan HakAllah”. Inilah yang sudah menjadi budaya dalam kehidupankita.

Kita tahu bahwa Allah itu Wujud. Tapiseringkali, ‘kewujudan Allah’ hanya ada pada Akal, Tidak disertai dengan Hati. Sehingga Allah itu sebatas Asma / Nama atau bagai bayang-bayang semu pada fikiran. Apakah kita menyembah NAMA / KHAYALAN?

Bukankah semua yang berwujud mempunyai Nama, Sifat, Af’al (perbuatan), dan DzatNya?

Hati kita masih tidak merasakan kewujudan Allah. Karna itukita masih bergelimang dengan maksiat, seolah-olah kitatidak diperhatikan, Seolah-olah kita tidak akan di hisab, danseolah-olah kita tidak akan diberikan balasan.

Kita ini sama seperti orang yang baru masuk Islam.Kita banyak tahu, tapi sedikit sekali kita faham. Kita tahu ituharam, ini dosa. Tapi kita masih tetap melakukannya.Karena apa? Karena kita masih tidak dapat merasakan bahwaAllah itu Wujud dalam Hati kita. Hanya AKAL yangmeng “IYA” kan, tapi HATI seolah-olah meNAFIkan (menolak).

Lalu bagaimana jika kita MATI tanpa disertai akan adanya Allah dalam HATI kita?

“Man lam yazuk lamyarid”
“Siapa tidak merasa pasti tidak tahu”

Berbahagialah bagi yang memahami dan merasakannya.