Kemungkinan Peran Seks Sebagai Faktor Penting dalam Pengembangan dan Pemberian Vaksin COVID-19 Berbasis Nano Lipid

Ilmu kedokteran nano telah menunjukkan peran penting dalam pengembangan vaksin terhadap virus corona sindrom pernafasan akut yang parah (SARS-CoV-2 dan COVID-19). Meskipun vaksin berbasis nanomedicine sekarang telah divalidasi pada jutaan orang di seluruh dunia dalam fase 4 dan pelacakan data terpilah berdasarkan jenis kelamin pada COVID-19 sedang berlangsung, tanggapan kekebalan yang mendasari hasil penyakit COVID-19 belum diklarifikasi. Pemahaman penuh tentang efek peran seks pada respons terhadap produk pengobatan nano sangat penting untuk membangun respons yang efektif dan tidak memihak terhadap pandemi. Di sini, kami mengekspos model lipid nanoparticles (LNPs) ke seluruh darah dari 18 donor sehat (10 wanita dan 8 pria) dan menggunakan flow cytometry untuk mengukur serapan seluler oleh leukosit yang bersirkulasi. Hasil kami menunjukkan perbedaan signifikan dalam penyerapan LNP antara sel pembunuh alami (NK) pria dan wanita. Hasil studi pembuktian konsep ini menunjukkan pentingnya jenis kelamin penerima sebagai faktor penting yang memungkinkan peneliti untuk lebih mempertimbangkan jenis kelamin dalam pengembangan dan pemberian vaksin untuk hasil spesifik jenis kelamin yang lebih aman dan lebih efisien.