Jenis Muwakkil

Dalam artikel sebelumnya kita mengenal karakter muwakkil, dan selanjutnya jenis muwakkil yang di jelaskan disini :

Muwakkil alwi jamali: Sangat mudah untuk meminta bantuan dari tipe Muwakkil ini, namun hanya orang-orang islam yang benar-benar beriman yang dapat meminta bantuannya. Walaupun pengamal muslim tidak akan dapat meminta bantuannya, dalam rangka mengambil keuntungan menyangkut kekuatan-kekuatan Muwakkil rohani alwi jamali. Seseorang harus sangat dermawan dan pekerjaan kedermawaan harus menjadi satu.

Muwakkil alwi jalali: Ini jenis Muwakkil yang kuat, mudah panas dan memiliki unsur api. Mengendalikan mereka sungguh sulit. Pengamal harus melakukan amaliyah jamali dan jalali untuk mendapatkan bantuan dari mereka. Pengamal yang berhasil melaksanakan kedua tipe amaliyah dengan menahan nafsunya akan berhasil menundukkannya, dan sering mudah marah. Karena pengamal dipengaruhi oleh Muwakkil.

Muwakkil sifli jamali: Jenis Muwakkil ini mudah ditundukkan oleh para penyihir dan dalam suatu kondisi yang mudah. Muwakkil ini dapat ditundukkan oleh seseorang dari segala jenis kepercayaan (keimanan). Muwakkil ini bekerja sama dengan penyihir dan tidak menolak untuk membuat suatu tugas kejahatan yang ditugaskan penyihir.

Muwakkil sifli jalali: Meskipun dari jenis Muwakkil jalali namun hanya mempunyai kekuatan yang sedikit daripada Muwakkil alwi. Muwakkil alwi dapat membakar Muwakkil sifli menjadi debu jika mereka ingin. Walaupun sekumpulan Muwakkil jalali menyerang Muwakkil alwi mereka tetap tidak dapat melukainya. Karena Muwakkil sifli jalali terbuat dari api dan mereka dari bangsa jin, sedangkan Muwakkil alwi jalali terbuat dari “nur”. Sehingga mereka sangat kuat daripada Muwakkil sifli jalali. Muwakkil sifli jalali digunakan oleh penyihir untuk melakukan segala rupa tugas jahat seperti menyakiti seseorang, menganggu orang, dll. Jenis Muwakkil ini benar-benar jahat dan dapat membawa penyihir ke dalam suatu posisi canggung. Muwakkil ini dapat dipuaskan jika penyihir melakukan segala hal yang jahat dalam kehidupannya. Mereka gemar kepada wanita-wanita, dan mereka memaksa penyihir untuk menyajikan ibu mereka, istri, saudara perempuannya sebelum mereka melakukan hubungan seks. Penyihir tidak mempunyai alternatif karena harus mematuhi mereka. Apabila penyihir memberikan ijin, Muwakkil ini menemui istrinya di malam hari untuk melakukan hubungan seks. Wanita-wanita ini tidak mengerti persisnya apa yang terjadi terhadap mereka, karena segala aktifitas kejahatan ini terjadi pada tingkatan rohani. Setelah Muwakkil ini mengatakan telah dipuaskan, maka mereka akan mematuhi perintah penyihir apa saja.

Muwakkil Qudsi: Untuk menundukkan Muwakkil ini dibutuhkan amaliyah / tirakat yang kuat. Karena mereka sangat kuat daripada jenis Muwakkil yang lainnya. Ini Muwakkil yang paling hebat dan sangat sulit untuk seseorang mampu menundukkannya. Hanya para Wali Allah yang kuat yang mampu untuk menundukkan Muwakkil Qudsi. Wali Allah selalu berpuasa secara terus-menerus dalam periode waktu yang sangat lama, sehingga ia memperoleh kekuatan rohani. Sehingga membuat Muwakkil menyerah sebelum berhadapan dengan Wali Allah kemudian mematuhinya. Muwakkil ini tergolong jenis Muwakkil Alwi.

Penduduk Alam Barzah: Ini terdiri dari Nur (cahaya). Mereka bisa muncul sebelum manusia meninggal. Namun tidak semua orang dapatkan bantuan dari mereka. Mereka tidak dicapai oleh orang-orang yang hidup kecuali barzah.