Ilmuwan menguji obat untuk menumbuhkan kembali kaki yang diamputasi

Sekelompok Ilmuwan telah berhasil menumbuhkan kembali anggota badan yang berfungsi pada katak.

Sekelompok ilmuwan telah mampu memulai proses regeneratif pada katak cakar Afrika dengan bioreaktor yang dapat dipakai yang diresapi dengan campuran obat-obatan, sebuah studi baru yang diterbitkan oleh jurnal Science Advances pada hari Rabu menunjukkan.

Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Tufts dan Institut Wyss Universitas Harvard, dan melibatkan sekitar 115 katak cakar Afrika (Xenopus laevis). Tidak seperti beberapa amfibi lain, seperti salamander, yang dapat sepenuhnya meregenerasi anggota tubuh yang hilang, katak memiliki potensi regeneratif yang terbatas.

Katak yang kaki belakang kanannya diamputasi, dipisahkan menjadi tiga kelompok, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan sama sekali. Kelompok lain diberikan perangkat bioreaktor yang dapat dipakai yang dikembangkan oleh tim peneliti sebelumnya, yang disebut BioDome. Perangkat ini adalah selongsong regeneratif silikon, dengan lapisan dalam yang mengandung sutra dari ulat sutra, diproses menjadi polimer yang disebut hidrogel.

Kelompok ketiga juga menerima BioDome, tetapi diresapi dengan koktail lima obat di atasnya. Setiap obat memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari mengurangi peradangan hingga memperlambat perkembangan jaringan parut, dan memulai pertumbuhan saraf dan pembuluh darah. Perangkat itu dipasang hanya untuk periode 24 jam, setelah itu katak diamati selama 18 bulan oleh para ilmuwan.

Sementara kelompok kontrol menumbuhkan ‘paku’ dasar – tunggul panjang tanpa ciri, katak dengan BioDome mengembangkan duri yang lebih panjang dan lebih sensitif. Katak beruntung yang menerima perangkat yang diresapi obat mampu menumbuhkan anggota tubuh yang berfungsi.

“Tungkai baru memiliki struktur tulang yang diperpanjang dengan fitur yang mirip dengan struktur tulang tungkai alami, pelengkap jaringan internal yang lebih kaya, termasuk neuron, dan beberapa ‘jari kaki’ tumbuh dari ujung tungkai, meskipun tanpa dukungan tulang di bawahnya,” Tufts University mengatakan dalam siaran pers.

Anggota badan yang tumbuh kembali tampaknya berfungsi penuh, dengan amfibi menggunakannya untuk berenang, mendorong, dan mengarahkan diri mereka sendiri dalam air. “Tidak ada dari kita yang dapat mengatakan bagaimana rasanya menjadi katak [dengan anggota tubuh baru], tetapi dari apa yang dapat kita ukur, tidak ada perbedaan dibandingkan dengan anggota tubuh yang tidak terluka,” Michael Levin, seorang ilmuwan dari Universitas Tufts, dikatakan.

Dengan keberhasilan penelitian yang dilakukan pada katak, para ilmuwan sekarang berencana untuk mengalihkan upaya mereka ke mamalia, yang umumnya memiliki kemampuan regeneratif yang lebih rendah daripada amfibi. “Kami akan menguji bagaimana perawatan ini dapat diterapkan pada mamalia selanjutnya,” ungkap Levin.

Sumber: rt.com